Pertolongansementara yang diberikan kepada seseorang yang menderita sakit atau kecelakaan sebelum mendapat pertolongan dari dokter. Sifat dari P3K : memberikan perasaan tenang, mencegah/mengurangi rasa takut dan gelisah, mengurangi bahaya yang lebih besar.

Salam sehat dan semangat para sahabat Perawat Baik... 😇 Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di sekitar kita, seringnya adalah kecelakaan pada kendaraan roda dua. Kita semua pasti pernah menyaksikan kecelakaan atau jangan-jangan pernah menjadi korban kecelakaan? Semoga kita semua dijauhkan dari kecelakaan. Amin. Saat terjadi kecelakaan lalu lintas, tidak jarang kita lihat orang berkerumun, bukannya menolong, malah mengabadikan momen... Haduh... Ada juga yang mencoba menolong tapi sembarangan! Niat awal ingin menolong korban tapi malah dapat membahayakan korban bahkan penolong. Nah, kali ini penulis akan berbagi informasi seputar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan khususnya pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas yang dapat dilakukan oleh kita pada saat menemukan korban kecelakaan. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Lalu Lintas Jika memang Anda tipe orang yang takut melihat darah dan mudah panik jangan coba-coba untuk menolong korban karena akan bisa menambah korban yang ditolong jika Anda tiba-tiba pingsan. Kemudian Jangan Sok Tahu, jika pada saat Anda akan menolong korban, Anda tidak tahu jangan karena merasa wajib menolong dan Anda menolong dengan cara yang salah maka akan berakibat fatal bagi korban. Berikut ini adalah Langkah Pertolongan Pertama pada kecelakaan lalu lintas pada korban yang sadar tanpa luka-luka 1. Utamakan 3A Apa itu 3A? 3A adalah Aman Diri, Aman Lingkungan dan Aman Korban. Mengapa pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas harus mengutamakan 3A? Aman Diri Penyebab kecelakaan terjadi di lalu lintas yang umumnya ramai kendaraan bermotor, sehingga selalu utamakan keselamatan Diri Anda terlebih dahulu jika akan memulai menolong korban kecelakaan. Jangan sampai niat Anda untuk menolong malah Anda menjadi korban selanjutnya. Terkadang karena reflek ingin menolong seseorang akan berhenti secara mendadak tanpa melihat sekitar sehingga dapat membahayakan diri sendiri. Aman Lingkungan Pastikan jika Anda akan menolong, lokasi sekitar anda aman, karena ketika anda menolong di lingkungan yang sangat ramai dan masih banyak kendaraan yang besar lewat akan membahayakan nyawa anda sebagai penolong. Aman Korban Ketika aman diri dan aman lingkungan sudah terlihat, selanjutnya adalah aman korban. Kenapa aman korban juga perlu diperhatikan? Karena ketika anda menolong korban pastikan bahwa korban dapat tertolong dengan baik dan dengan cara yang benar dan tidak menambah korban atau cidera yang ada pada korban. 2. Tidak Terburu-buru Ketika Anda akan menolong korban kecelakaan selanjutnya yang dapat anda lakukan adalah tidak terburu-buru. Hal ini penting dilakukan karena ketika kita menolong dengan terburu-buru akan berakibat terjadi kesalahan pada saat mengangkat korban dan juga pada diri kita sendiri dalam menolong. Proses pengangkatan korban dengan buru-buru dan dengan cara yang salah malah terkadang akan membuat korban meninggal akibat kesalahan kita tersebut. Gak pengen kan niat menolong malah jadinya membunuh korban? 3. Jangan dikerumuni Pada kasus-kasus kecelakaan yang ringan seperti tanpa adanya luka dan korban masih sadar ataupun pingsan sebaiknya tidak dikerumuni. Alasan yang pertama adalah akan sulit untuk mengevakuasi korban dan yang kedua adalah korban akan kesulitan untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Sebaiknya jika tidak menolong korban jagalah jarak... Jangan mengerumuni korban. 4. Memisahkan korban dengan kendaraan yang dikendarai dan amankan lingkungan sekitar Seandainya korban adalah seorang pengendara motor yang jatuh dan dalam keadaan pingsan tergeletak di jalan. Hal yang pertama kita lakukan jika korban sudah terpisah dari motornya adalah kita amankan dahulu lingkungan sekitar kita dengan meminta orang lain yang juga ikut menolong mengalihkan jalur kendaraan. Kemudian tepikan kendaraan korban. 5. Pilih lokasi evakuasi korban di tempat yang aman Setalah mengamankan lingkungan sekitar korban, kemudian kita pilih lokasi evakuasi yang aman bagi kita sebagai penolong dan bagi korban. Usahakan pemilihan lokasi di tempat yang tidak terlalu di tepi jalan raya, dengan tempat yang datar akan memudahkan mobil ambulance untuk menolong. 6. Panggil korban untuk membangunkan korban Ketika seseorang mengalami kecelakaan dan masih merasakan syok, jika tidak terdapat luka cidera dan korban masih dalam keadaan setengah sadar, panggillah korban untuk menyadarkannya bisa dengan memanggil dengan panggilan yang general seperti "Ibu, Pak, Mbak, Mas, Kakak, atau Abang". Jika korban sadar segera pindahkan ke lokasi evakuasi yang aman. Baca juga Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan 7. Tenangkan korban Untuk korban yang masih dalam keadaan sadar bisa langsung menenangkan korban dan dapat juga memberi minuman manis kepada korban. Ingat memberi minum korban setelah benar-benar sadar, jika korban masih pingsan jangan pernah berikan minuman pada korban karena dapat menyebabkan terjadinya aspirasi atau tersedak. 8. Periksa adanya luka Penting untuk memeriksa adanya luka pada korban untuk menghindari terjadinya cidera yang lebih parah. Periksa juga apakah korban ada muntah atau tidak. Adanya muntah dapat mengindikasikan adanya benturan pada kepala yang dapat menyebabkan cidera kepala yang dapat menjadi ancaman keselamatan pada korban. 9. Segera ke layanan kesehatan terdekat Meskipun pada saat terjadi kecelakaan tidak ditemukan adanya luka-luka secara terlihat mata, tapi wajib dan penting untuk segera ke layanan kesehatan terdekat untuk mendeteksi adanya cidera pada organ bagian dalam tubuh dan menghindari terjadinya kecacatan maupun efek yang fatal. 10. Hubungi Petugas Kepolisian Hal yang penting juga untuk dilakukan adalah terkait dengan pertanggung jawaban pelaku yang menyebabkan kecelakan pada korban. Selain itu juga dengan adanya petugas kepolisian dapat mengamankan lokasi di sekitaran kecelakaan dari kerumunan orang yang mungkin bukannya membantu malah menghalangi proses evakuasi. Jika ada pertanyaan, share informasi, atau pengalaman seputar pembahasan kita kali ini, jangan sungkan untuk memberikannya di kolom komentar di bawah ya... 😉 Jangan lupa juga untuk subscribe lewat email di form Subscribe di bagian paling bawah blog ya... Biar selalu update pemberitahuan setiap kita upload artikel terbaru. 😘 Berikutbeberapa hal penting yang harus kita ketahui tentang pertolongan pertama: Tujuan utama dari pertolongan pertama adalah untuk menyelamatkan nyawa, mencegah bahaya, dan mendorong pemulihan. Posisi pemulihan membantu meminimalkan cedera lebih lanjut. CPR adalah singkatan dari Cardiopulmonary resuscitation atau resusitasi jantung paru. Jenis pertolongan pertama paling dasar yang perlu Anda ketahui adalah mengatasi memar. Memar terjadi akibat pembuluh darah yang pecah sehingga mengakibatkan darah menggumpal. Mengompres dengan es batu adalah bentuk pertolongan pertama untuk mempersempit pembuluh darah yang pecah dan memulihkannya secara perlahan. Selama 48 jam pertama, Anda harus mengompres bagian tubuh yang memar dengan es batu kurang lebih 20 menit setiap satu jam sekali. Setelah 48 jam berlalu, Anda harus mengganti kompres tersebut dengan kain yang telah dibasahi air hangat agar sirkulasi darah kembali normal. 2. Pertolongan pertama untuk kulit terbakar Apa yang harus dilakukan dinginkan area tubuh yang terbakar dengan kompres dingin. Hindari untuk melakukan mengoleskan salep yang mengandung aloe vera atau vitamin E. Penyebab kulit terbakar atau melepuh paling banyak terjadi akibat tidak sengaja memegang benda panas atau terkena minyak panas. Apabila luka bakarnya cukup parah, Anda perlu mendapatkan pertolongan pertama dari instalasi gawat darurat di rumah sakit. Hubungi nomor darurat 118 untuk memanggil ambulans. Selama menunggu ambulans datang, hal yang dapat dilakukan adalah meletakkan kain yang sudah dibasahi air dingin sebelumnya. Penting untuk diketahui, jangan mengoleskan luka bakar dengan salep apapun karena dapat menyebabkan iritasi. 3. Tertusuk serpihan benda asing Apa yang harus dilakukan ambil serpihan dengan menggunakan jarum kecil atau pinset. Hindari untuk melakukan membiarkan dalam waktu lama atau merendam di dalam air. Ketika Anda kesusupan atau tertusuk benda asing seperti kayu dan tertinggal di dalam kulit, benda tersebut sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Pertolongan pertama harus cepat dilakukan karena semakin lama benda asing tersebut tertinggal di dalam kulit Anda, semakin besar risiko infeksi. Agar bisa menarik benda asing tersebut, Anda perlu menggunakan jarum atau pinset. Setelah serpihan tercabut, cuci area bagian yang tertusuk dengan sabun dan oleskan salep antibakteri. Hindari merendam tubuh yang tertusuk di dalam air. Cara ini justru bisa mengakibatkan benda menjadi lunak atau masuk ke bagian kulit yang lebih dalam sehingga lebih sulit untuk diambil. 4. Perdarahan akibat tersayat atau terpotong Apa yang harus dilakukan cuci luka dengan sabun dan air mengalir. Hindari untuk melakukan mencuci luka dengan alkohol. Jenis pertolongan pertama dasar lainnya yang tak kalah penting Anda ketahui adalah mengatasi luka dan perdarahan di jari akibat tersayat atau terpotong. Kecelakaan kecil ini sering dialami saat menggunakan pisau, gunting, kater, atau benda tajam lainnya. Saat terjadi perdarahan, segera bersihkan luka terbuka dengan sabun dan air mengalir. Setelah memastikan luka tercuci dengan bersih, Anda bisa mengoleskan salep antiseptik pada luka terbuka dan tutup luka menggunakan perban. Kesalahan yang kerap dilakukan saat mengobati luka terbuka adalah membersihkan luka menggunakan alkohol. Padahal, alkohol justru akan memberikan sensasi panas, perih, dan rasa terbakar pada luka Anda. Penting juga diingat, tujuan pertolongan pertama untuk perdarahan adalah menghentikan atau mencegah perdarahan terus terjadi. Jika perdarahan cukup banyak, tahan aliran darah dengan handuk dan cari pertolongan medis untuk menutup luka dengan jahitan. Perawatan Luka dan Proses Penyembuhan Luka, Begini Penjelasannya 6. Mengatasi mimisan Apa yang harus dilakukan mengompres hidung untuk mencegah perdarahan. Hindari untuk melakukan masukkan tisu ke dalam hidung sambil menengadahkan kepala. Banyak yang masih salah dalam melakukan pertolongan pertama dasar untuk mengatasi mimisan. Mendongakkan kepala saat mimisan justru berbahaya karena mendorong darah masuk ke belakang tenggorokan. Padahal, Anda seharusnya mengeluarkan darah yang menyumbat hidung. Apabila darah turun ke arah tenggorokan, Anda bisa batuk, tersedak, hingga muntah bila darah masuk ke saluran cerna. Jadi cara yang terbaik melakukan pertolongan pertama saat mimisan adalah sebagai berikut. Ambil tisu atau kain, kemudian pencet hidung agar darah keluar. Tahan selama 10 menit atau hingga mimisan berhenti. Pastikan posisi tubuh Anda condong ke depan selama melakukannya. Setelah berhenti, kompres batang hidung Anda dengan handuk dingin untuk beberapa saat sambil tetap duduk dengan tegak. 7. Pertolongan pertama saat tersedak Apa yang harus dilakukan batuk sekuat tenaga dan memberikan dorongan dari perut. Hindari untuk melakukan minum air atau memaksa menelan benda yang tersangkut. Seseorang bisa tersedak ketika ada makanan, cairan, atau benda yang tersangkut di tenggorokan. Hal ini berisiko membahayakan nyawa karena Anda bisa kesulitan bernapas. Jika Anda atau orang lain tersedak, berusahalah untuk tidak panik. Setelah itu, lakukan pertolongan pertama untuk mengeluarkan benda yang tersangkut dengan batuk sekuat tenaga. Saat membantu orang lain yang tersedak, Anda bisa membantu dengan melakukan cara berikut. Dorong benda yang tersangkut ke luar dari tenggorokan dengan menekan perutnya. Letakkan salah satu tangan dengan posisi mengepal di atas pusar, lalu gunakan tangan yang lain untuk menahan kepalan. Dorong perut ke arah tenggorokan secara berulang kali. Jika benda masih tersangkut di tenggorokan dan semakin kesulitan bernapas, segera hubungi nomor darurat untuk mendapatkan bantuan medis. 8. Mengatasi gigitan serangga Apa yang harus dilakukan segera mencabut serangga dan kompres bagian yang tergigit. Hindari untuk melakukan membiarkan serangga mengigit lebih lama. Hal pertama yang perlu dilakukan pertama kali saat digigit serangga adalah melepaskan gigitan serangga dari kulit. Cara ini bertujuan untuk mencegah racun serangga masuk lebih dalam ke dalam tubuh. Apabila kesulitan melepaskan gigitannya, coba gunakanlah kartu atau benda berbentuk datar lainnya untuk menyingkirkan serangga. Setelah serangga berhasil lepas dari kulit, berikut cara lain yang perlu Anda lakukan. Cuci bagian kulit yang tergigit menggunakan sabun atau cairan antiseptik dan air. Gunakan kompres dingin untuk meredakan bengkak dan nyeri selama 10 menit. Anda juga bisa menggunakan losion calamine atau soda kue untuk mengatasi rasa gatal atau perih yang ditimbulkan akibat gigitan serangga. Namun, sengatan serangga seperti lebah bisa menimbulkan reaksi alergi yang serius untuk beberapa orang. Jika seseorang mengalami kesulitan bernapas setelah tergigit lebah, Anda perlu segera mencari pertolongan medis darurat atau menyuntikkan epinephrine jika tersedia. 8. Pertolongan pertama keseleo dan kram Apa yang harus dilakukan mengompres bagian yang sakit dengan es. Hindari untuk melakukan mengompres dengan kain basah hangat. Sangat mungkin Anda mengalami kram dan keseleo akibat beraktivitas. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengompres bagian tubuh yang terasa tegang tersebut dengan kompres dingin atau es batu. Kompres dingin ini membantu menghilangkan peradangan dan pembengkakan. Diamkan kompres pada bagian yang bengkak selama kurang lebih 24 jam. Selain itu, hindari untuk menekan terlalu keras bagian yang mengalami bengkak, apalagi memijatnya jika tidak mengetahui cara yang tepat. Jika kaki atau tangan yang mengalami keseleo, pastikan untuk mengistirahatkan dan mengurangi pergerakannya. Begini Cara Kompres Dingin yang Benar Supaya Cedera Cepat Sembuh 9. Pertolongan pertama menelan benda asing Apa yang harus dilakukan berusaha tenang dan segera menelepon ambulans. Hindari untuk melakukan panik sampai membuat reaksi bertambah parah. Benda yang mengandung bahan kimia seperti obat-obatan, cairan pembersih, atau benda padat berbahan logam seperti isi staples bisa berbahaya jika tertelan. Saat hal ini terjadi, pertolongan pertama yang tepat dilakukan adalah berusaha untuk menenangkan diri. Jika terjadi reaksi yang menghambat pernapasan, rasa panik justru bisa membuat Anda atau orang lain yang mengalaminya semakin kesulitan bernapas. Setelah itu, secepat mungkin hubungi ambulans untuk mendapatkan bantuan medis. Pastikan juga Anda mengetahui jumlah atau banyaknya benda asing yang tertelan. Informasi ini berguna untuk dokter atau petugas medis yang memberikan pertolongan pertama. 10. Pertolongan pertama pada orang yang tidak sadarkan diri Apa yang harus dilakukan mengecek pernapasan, melakukan CPR, dan menelepon ambulans. Hindari untuk melakukan membiarkan atau menghalangi pernapasannya. Ketika Anda menemukan seseorang tergeletak dan tidak bergerak akibat kecelakaan lalu lintas atau tiba-tiba pingsan, cek terlebih dulu pernapasannya. Coba miringkan kepalanya ke samping untuk membuka saluran udara. Jika diketahui pasien tidak bernapas, segera menelepon ambulans 118 atau mencari bantuan medis terdekat. Selama menunggu, Anda bisa memberikan pertolongan pertama dasar berupa resusitasi jantung atau CPR. Agar aman, pastikan CPR dilakukan dengan tangan pada permukaan yg datar. Melansir British Red Cross, resusitasi jantung dengan tangan bisa dilakukan dengan cara menekan bagian tengah dada pasien dengan tangan dalam ritme yang konsisten. Hal ini bertujuan untuk memompa darah tetap mengalir ke organ-organ vital di dalam tubuh, termasuk ke otak. 11. Menolong orang tenggelam Apa yang harus dilakukan memanggil petugas keamanan dan berenang jika aman. Hindari untuk melakukan membiarkan korban tenggelam Kemampuan pertolongan pertama dasar lainnya yang penting untuk dikuasai adalah menolong orang yang tenggelam. Saat ini terjadi, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memanggil petugas atau penjaga pantai. Jangan mencoba masuk ke air apabila Anda tidak benar-benar bisa berenang. Apabila keadaan cukup aman dan korban masih dalam jangkauan yang dekat, Anda bisa berenang membantu menarik korban ke luar dari air. Namun, pastikan Anda cukup kuat untuk membawa korban karena bila kesulitan justru Anda bisa ikut kehilangan keseimbangan di dalam air. Setelah berhasil mengangkat korban, baringkanlah di permukaan datar kemudian perhatikan pernapasan dan nadinya. Jika korban tidak juga merespons, Anda bisa mulai melakukan CPR dengan tangan. Ketika korban sadar, bawalah untuk beristirahat di tempat kering dan hangat. Gunakan selimut atau handuk untuk menutupi tubuhnya agar tidak kedinginan. 12. Pertolongan pertama saat tersengat listrik Apa yang harus dilakukan matikan sumber listrik dan mendorong korban dengan isolator. Hindari untuk melakukan menyentuh atau menarik korban tanpa pelindung. Anda harus berhati-hati dalam melakukan pertolongan pertama pada orang yang tersengat listrik. Hal terpenting yang harus dilakukan saat kecelakaan ini terjadi adalah mematikan sumber aliran listrik sesegera mungkin. Jangan mencoba menyentuh korban dengan tangan kosong, dorong tubuh korban menggunakan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik isolator seperti tongkat kayu, sapu, atau kursi. Setelah listrik tidak lagi menghantar ke tubuh korban, cek pernapasan dan denyut jantungnya. Jika korban tidak responsif, segera hubungi nomor telepon darurat 118 atau bawa korban ke unit gawat darurat. Itulah jenis-jenis pertolongan pertama dasar yang sebaiknya diketahui oleh setiap orang. Dengan memahami cara memberikan bantuan dalam situasi darurat, Anda tak hanya mencegah dampak yang lebih buruk, tapi juga bisa menyelamatkan nyawa orang lain.
Olehkarena itu perlu dilakukan tindakan pertolongan terhadap korban kecelakaan. Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan sangatlah penting, terutama pada keadaan yang membahayakan jiwa seseorang. Setiap orang bisa belajar dan dapat berusaha menolong orang yang terkena kecelakaan atau terancam jiwanya dengan cara yang tenang dan hati-hati.
Halodoc, Jakarta - Kecelakaan lalu lintas sangat umum terjadi setiap harinya. Kamu pun dapat menyaksikannya dan harus membantu setiap korban. Dengan mengamankan lokasi dan memberikan bantuan kepada korban, kamu dapat membantu seseorang yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Sikap pertama yang harus kamu lakukan jika menyaksikan kecelakaan lalu lintas yaitu menepikan kendaraan ke sisi jalan. Jika kamu melihat korban ada di tengah jalan, gunakan kendaraan kamu sebagai pembatas jalan untuk kendaraan di belakang. Hubungi layanan darurat agar mereka cepat sampai ke lokasi kecelakaan dan melakukan evakuasi. Sementara kamu menunggu layanan darurat, kamu perlu melakukan beberapa hal berikut sebagai pertolongan pertama. 1. Periksa Bahaya Sebelum kamu bisa mendekati korban kecelakaan, penting untuk memastikan bahwa tindakan kamu aman. Periksalah apakah terdapat bahan bakar mengalir, terbakar, asam, atau kabel terbuka. Jika ini masalahnya, sebaiknya kamu tidak memberikan bantuan dan hanya menelepon layanan darurat. Matikan saklar penyalaan kendaraan jika suasana sudah aman. Ini cukup untuk dapat melindungi korban dan diri kamu. Baca juga Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Penurunan Kesadaran 2. Tawarkan Bantuan pada Korban Jika korban kecelakaan sadar, tanyakan apakah ia membutuhkan bantuan. Ini adalah langkah penting karena tidak setiap korban kecelakaan mungkin memerlukan bantuan, meskipun tampaknya orang tersebut membutuhkannya. Tanyakan pula pada korban, apakah ia terluka dan memerlukan bantuan. Jika orang itu menjawab ya, berikan bantuan terbaik yang kamu bisa. Jika korban mengatakan tidak, jangan mendekati atau memberikan bantuan kepada korban dengan alasan apapun. Tunggu bantuan profesional untuk tiba dan biarkan mereka yang mengambil alih. Ingatlah untuk mendekati korban dengan hati-hati, bahkan jika mereka meminta bantuan. Orang tersebut dapat membuat kamu panik dan terluka, seperti memindahkan korban, mungkin justru dapat menyakiti korban lebih jauh lagi. Periksa apakah korban sadar dengan sedikit mengguncang tubuhnya. Jika orang itu tidak merespons, berarti dia tidak sadarkan diri. Baca juga Pertolongan Pertama pada Kecelakaan, Apa Saja Prosedurnya? 3. Hindari Memindahkan Korban Ingatlah bahwa mungkin banyak luka tidak terlihat pada kulit. Pastikan untuk mendekati korban, kamu harus bergerak dengan berlutut ke arah orang tersebut. Jika tidak melakukan hal tersebut, kamu dapat membuat seseorang panik dan dapat menyebabkan cedera lebih lanjut. Ingatlah bahwa lebih baik memindahkan seseorang yang hidupnya terancam oleh sesuatu seperti kemungkinan ledakan atau kebakaran daripada meninggalkan mereka karena takut akan melukai korban tersebut. 4. Periksa Napasnya Jika seseorang tidak sadar atau kehilangan kesadaran, penting untuk memeriksa jalan napas korban untuk memastikan orang tersebut bernapas dengan benar. Jika tidak, kamu mungkin perlu memberikan napas buatan. Letakkan tangan kamu dengan ringan di dahi korban dan miringkan kepala dengan lembut. Angkat dagu dengan dua jari dan letakkan pipi kamu di dekat mulut korban untuk merasakan jika orang tersebut bernafas. Kamu mungkin juga perlu memeriksa dada korban untuk melihat apakah gerakannya naik turun. Mulai CPR jika orang tersebut tidak bernapas dan kamu tahu cara melakukannya. Jika kamu tidak tahu cara melakukannya, sebaiknya jangan dicoba. Pastikan kamu memberitahu petugas darurat jika korban bernafas atau tidak bernapas. Baca juga 3 Faktor Risiko Seseorang Alami Patah Kaki 5. Berikan Bantuan Seperlunya Banyak ahli yang menyarankan untuk memberi pertolongan pertama hanya jika korban mengalami cedera yang mengancam jiwa. Jika korban mengalami cedera yang membutuhkan pembalut, belat tulang patang, atau menggunakan teknik pertolongan pertama yang canggih, sebaiknya tunggu bantuan profesional. Hal yang dapat kamu lakukan adalah Gunakan pakaian atau perban di sekitar tulang belakang atau patah tulang untuk mencegah gerakan. Hentikan perdarahan dengan memberikan tekanan langsung pada cedera dengan perban atau pakaian. Tinggikan area pendarahan setinggi dada jika memungkinkan. Jika korban sadar, mintalah orang tersebut memberikan tekanan untuk membantu menenangkan setiap guncangan. Itulah yang perlu lakukan untuk pertolongan pertama jika ada kecelakaan lalu lintas. Jika kamu membutuhkan saran profesional, kamu dapat bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter akan menjawab pertanyaanmu kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga! Referensi Mayo Clinic. Diakses pada 2020. First aid WikiHow. Diakses pada 2020. How to Help a Victim of a Car Accident nJyMu5.
  • xtvucue3if.pages.dev/363
  • xtvucue3if.pages.dev/270
  • xtvucue3if.pages.dev/469
  • xtvucue3if.pages.dev/37
  • xtvucue3if.pages.dev/169
  • xtvucue3if.pages.dev/159
  • xtvucue3if.pages.dev/448
  • xtvucue3if.pages.dev/403
  • pertolongan pertama pada kecelakaan untuk menolong jiwa seseorang