Suku dayak benuaq. 1. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara utuh saya kutip penjelasan pasal 32 Undang-Undang 1945 yang menyatakan bahwa “Kebudayaan Bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai usaha budidaya rakyat Indonesia seluruhnya”. Kebudayaaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerahMakna ini sama digunakan untuk kata ganti diri orang kedua berbentuk tunggal. Secara spesifik, kata kamu dalam bahasa Indonesia digunakan dalam ragam akrab atau kasar. Namun, makna kata kamu dalam bahasa Malaysia tidak dijelaskan secara detail sehingga dapat dikatakan bahwa dapat digunakan secara umum. Tabel 9.
Hasil penelitian diketahui bahwa Bahasa Dayak Benuaq Kampung Jengan Danum diketui memiliki tiga bentuk afiks, yaitu prefiks, sufiks, dan kombinasi afiks. Bentuk
jumlah keseluruhan kata bersifat kamus saku 2. Penulisan bahasa Dayak (Benuaq atau Tunjung) menggunakan huruf biasa dengan lafal seperti aslinya 3. Aplikasi menerjemahkan kata dari bahasa Dayak ke bahasa Indonesia dan sebaliknya dari bahasa Indonesia ke bahasa Dayak yang diinputkan oleh pengguna 4. Dilengkapi dengan suara 1.4 Tujuan Penelitian
Abstract. Fonologi bahasa Benuaq memiliki beberapa ciri khas tersendiri. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk memaparkan secara singkat dan jelas struktur fonologi bahasa Benuaq. Adapun masalah yang dalam Dayak Bawo), klerekng (istilah Bahkan orang Bawo Pasir yang telah dalam Dayak Benuaq), untuk menganut agama Islam masih menggunakan menyebut bangunan kubur dari kayu 232 Naditira Widya Vol. 4 No. 2/2010- Balai Arkeologi Banjarmasin Hubungan Genealogis Masyarakat Dayak Bawo dengan Lawangan dan Benuaq Berdasarkan Konsep Religi dan BahasaDalam cerpen “Hafolin” yang menghadirkan tokoh aku (Masindu) yang Papua, problem adat dipersatukan oleh adanya kesamaan agama. Tokoh aku akhirnya bersatu kembali dengan Maria Vazquez yang kelahiran Timor Timur. Seperti juga cerpen sebelumnya, cerpen “Hafolin” dibangun oleh sebuah narasi yang berkelak-kelok dengan rentang waktu bertahun