Gilingmenggunakan mesin penggiing hingga menjadi lembaran-lembaran panjang. Potong lembaran tersebut dan gulung membentuk lingkaran penuh dengan panjang sekitar 10cm Potong gulungan menggunakan gunting menjadi lebih kecil menyerupai makaroni. Diamkan selama semalam/diangin-anginkan tanpa terkena sinar matahari.Bagi anda warga asli Magelang, Jawa Tengah pasti sudah tidak asing lagi dengan jajanan khas yang satu ini. Pothil khas magelang sudah banyak di kenal oleh masyarakat karena citarasa ketelanya yang khas. Bagi orang yang berasal dari luar Magelang ini Pothil bisa menjadi referensi oleh-oleh saat berkunjung ke Magelang. Apa itu Pothil ? Pothil adalah jajanan khas Magelang yang terbuat dari ketela pohon, di proses dengan berbagai cara dan di bumbui dengan berbagai rempah-rempah pilihan. Bentuknya seperti cincin dengan warna kecolatan membuatnya terlihat unik. Camilan ini bisa dinikmati sebagai camilan dan sangat cocok dinikmati dengan bakso, soto dan tentunya untuk menambah selera makan anda. Bukan hanya rasa original gurih saja, kini pothil sudah tersedia dalam berbagai varian rasa seperti pedas, keju, jagung bakar, sapi panggang, dll. Dengan rasa yang semakin beragam ini menjadikan pothil oleh-oleh / jajanan khas Magelang yang sangat di gemari. Pothil banyak di jual di pasar tradisional hingga swalayan, dengan harga yang terjangkau mulai Rp – . Bagi anda yang ingin memesan silahkan hub WA 081910288578 Annisa Contoh paket kiriman pothil
Caramembuat makanan khas Magelang tersebut menyebabkan kadar air singkong atau ketela menyurut. Itulah yang membuat keripik slondok oleh-oleh khas Magelang ini dapat bertahan lama meski disimpan berhari-hari. Harganya cukup terjangkau, yakni hanya kisaran Rp. 15.000 sebungkusnya. Pothil Khas Magelang
BNews–KULINER– Mungkin bagi yang suka bepergian ke daerah Magelang, pasti sudah tidak asing mendengar kuliner berjenis camilan satu ini. Namanya kalau di Magelang adalah “Pothil”. Ya, pothil merupakan camilan yang juga sering dijadikan oleh-oleh khas dari daerah Magelang. Di daerah asalnya, kata Pothil justru jarang terdengar. Hal ini dikarenakan dalam Bahasa Jawa Magelang, pothil lebih terbaca pothel. Pothil ini juga banyak yang mengatakan menjadi musuh’ orang-orang yang memiliki masalah pada kekuatan giginya. Wajar saja, karena camilan pothil sendiri memiliki karakter yang cukup keras. Dikutip dari berbagai sumber, camilan ini berbahan dasar ketela yang dicampur dengan tumbukan ketumbar. Hal ini untuk memperkuat rasa agar lebih gurih dan nikmat kerabat muda. Camilan ini dapat dijumpai di pasar-pasar tradisonal atau di toko pusat oleh-oleh nih kerabat muda. Rasa yang gurih dan renyah menjadi tak heran mengapa camilan ini selalu laris di pasaran. Bahan dasar dari pothil sendiri yaitu singkong. Singkong dikupas lalu dicuci dengan bersih setelah dicuci bersih singkong diparut dengan parutan mesin agar memperingan pekerjaan. Setelah di parut halus parutan singkong lalu didiamkan kurang lebih 3-5 hari. Setalah didiamkan parutan singkong dicampur dengan tepung pati dan bumbu yang dihaluskan yaitu bawang putih, ketumbar, dan garam secukupnya. Lalu setelah dicampurkan adonan dibentuk seperti cincin dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari bambu. Setelah dibentuk dengan cetakan adonan ditata rapih diatas nampan yang didiamkan untuk siap digoreng. Setelah itu pothil digoreng hingga keemasan lantas setelah matang pothil dikemas dalam kemasan plastik berukuran 1 kg. Harga pothil di kisaran Rp sampai Rp per kilogram. Pothil sendiri memiliki tekstur yang agak keras namun renyah membuat pothil menjadi salah satu cemilan khas menjadi alasan para wisatawan untuk memburu cemilan renyah dan gurih ini. *
GBn36xJ.