9 9 2 Jenis Soal Bentuk Uraian 1. Uraian objektif Rumusan soal/pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/ konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif 2. Uraian nonobjektif Rumusan soal yang menuntut sehimpunan jawaban berupa pengertian/konsep menurut pendapat tiap siswa, sehingga penskoran sukar
Tata cara penulisan soal uraian atau esai yang benar untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/MA serta SMKAssalamualaikum Sahabat Pendidik, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga tetap dalam keadaan sehat, dilimpahi kebahagiaan, dan penuh semangat ya. Masih seputar penilaian, kali ini penulis akan mengajak sahabat pendidik untuk sama-sama belajar mengenai kaidah penulisan soal uraian. Oh ya sebelumnya penulis telah membahas mengenai kaidah penulisan soal pilihan ganda. Jika sahabat memerlukan literasi tentangnya, sahabat boleh membuka tautan kita dimulai dari Permendikbud dulu, ya. Berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, lingkup penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri dari penilaian hasil belajar oleh pendidik; penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian Hasil belajar oleh pendidik terdiri atas penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Salah satu teknik penilaian yang digunakan untuk mengukur penguasaan kompetensi pengetahuan adalah tes tertulis menggunakan soal tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian. Pertama, soal yang tersedia pilihan jawabannya, yaitu soal pilihan ganda, soal dua pilihan jawaban Benar-Salah, Ya-Tidak, dan menjodohkan. Kedua, soal yang tidak tersedia pilihan jawabannya yaitu soal isian dan uraian. Nah, pada tulisan kali ini penulis memfokuskan pembahasan pada bentuk soal uraian adalah soal yang jawabannya menuntut peserta didik untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajari dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis. Soal uraian memiliki beberapa keunggulan. Berikut keunggulan-keunggulan mengukur kompetensi peserta didik dalam hal menyajikan jawaban terurai secara peserta didik untuk mengorganisasikan pikirannyaMemungkinan peserta didik untuk mengemukakan peserta didik untuk mengekspresikan gagasan-gagasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat peserta didik samping memiliki beberapa keunggulan, soal dengan bentuk uraian memiliki kekurangan. Berikut kekurangan-kekurangan materi atau pokok bahasan yang dapat ditanyakan untuk memeriksa jawaban cukup relatif reliabilitas relatif lebih rendah dibandingkan dengan soal bentuk pilihan ganda karena reliabilitas skor pada soal bentuk uraian sangat tergantung pada penskor penulisannya, soal uraian harus memperhatikan aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Berikut dari Segi Materi SoalDari segi materi, soal uraian harus memenuhi kaidah-kaidah soal harus sesuai dengan soal harus logis ditinjau dari segi pertanyaan dan jawaban yang diharapkan dari Segi Konstruksi SoalDari segi konstruksi, soal uraian harus memenuhi kaidah-kaidah soal harus dirumuskan secara jelas dan pokok soal harus merupakan pernyataan yang berkaitan dengan materi yang soal tidak memberi petunjuk ke arah berupa gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai. Kaidah dari Segi Bahasa SoalDari segi bahasa, soal uraian harus memenuhi kaidah-kaidah berikutSetiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif. Artinya, soal menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta menggunakan bahasa yang berlaku setempat, terutama jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau samping kaidah-kaidah di atas, masih ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menyusun soal dengan tipe uraian. Hal-hal tersebut adalah sebagai kalimat atau slogan tidak mengandung unsur iklan promosi produk komersial iklan atau instansi nama sekolah, nama wilayah.Tidak menggunakan nama tokoh yang masih hidup dalam soal karena dapat diinterpretasikan mempromosikan tokoh soal tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, politik, ataupun konten yang dapat menimbulkan dampak teks atau kutipan sebaiknya dituliskan sumber asalnya. Tata letak gambar diusahakan Soal UraianBerdasarkan cara penskorannya, bentuk soal uraian dibedakan menjadi soal uraian objektif dan soal uraian non-objektif. Berikut adalah Uraian Objektif Soal uraian objektif merupakan soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian atau konsep tertentu sehingga penskoran dapat dilakukan secara objektif. Soal uraian objektif mengukur kemampuan peserta didik menguraikan konsep tertentu sesuai materi pelajaran sehingga penskoran dilakukan secara Uraian Non-objektif Soal uraian non-objektif merupakan soal yang menuntut sehimpunan jawaban berupa pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif. Soal bentuk uraian non-objektif mengukur kemampuan peserta didik menguraikan pendapat terhadap konsep tertentu sesuai materi pelajaran sehingga penskoran dilakukan secara subjektif. Bentuk soal uraian harus memiliki pedoman penskoran yang jelas dan Pedoman Penskoran Soal UraianAktivitas penskoran pada soal uraian harus beracuan pada pedoman. Pedoman Penskoran adalah panduan atau petunjuk yang menjelaskan tentangbatasan atau kata-kata kunci untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal bentuk uraian objektif;kriteria-kriteria jawaban yang digunakan untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal uraian non-objektif. Teknik dalam membuat pedoman penskoran untuk soal uraian objektif adalah sebagai semua jawaban benar atau kata kunci jawaban dengan jelas untuk setiap nomor skor 1 satu pada setiap kata kunciApabila suatu pertanyaan mempunyai beberapa subpertanyaan, rincilah kata kunci dari jawaban soal tersebut menjadi beberapa kata kunci subjawaban. Kata-kata kunci ini dibuatkan skornya masing-masing 1.Jumlahkan skor dari semua kata kunci yang telah ditetapkan pada soal. Jumlah skor ini disebut skor maksimum dari satu soal. Adapun teknik membuat pedoman penskoran untuk soal uraian non-objektif sebagai berikut. Menuliskan kriteria jawaban untuk dijadikan pedoman dalam memberi skor. Kriteria jawaban disusun sedemikian rupa sehingga pendapat/pandangan pribadi peserta didik yang berbeda dapat diskor menurut uraian rentang skor untuk tiap kriteria jawaban. Rentang skor terendah = 0 nol, sedangkan rentang skor tertinggi ditentukan berdasarkan keadaan jawaban yang dituntut oleh soal. Semakin kompleks jawaban, rentang skor semakin besar. Untuk memudahkan penskoran, setiap rentang skor diberi rincian berdasarkan kualitas jawaban, misalnya untuk rentang skor 0 - 3 jawaban tidak sesuai dengan kriteria = 0, sebagian kecil sesuai dengan kriteria = 1, sebagian besar sesuai dengan kriteria = 2, hampir seluruhnya sesuai dengan kriteria = skor tertinggi dari tiap-tiap rentang skor yang telah ditetapkan. Jumlah skor dari beberapa kriteria ini disebut skor maksimum dari satu soal. Prosedur Penskoran Soal UraianPenskoran soal uraian dilakukan dengan prosedur sebagai skor sebaiknya dilakukan per nomor soal yang sama untuk semua jawaban peserta didik agar konsistensi dalam penskoran dan skor yang dihasilkan skor pada soal uraian objektif a periksalah jawaban dan cocokkan dengan pedoman penskoran; b setiap jawaban yang sesuai dengan kunci diberi skor 1, sedangkan yang tidak sesuai diberi skor 0, tidak ada skor selain 0 dan skor pada soal uraian non-objektif a Periksalah jawaban dan cocokkan dengan pedoman penskoran; b pemberian skor disesuaikan antara kualitas jawaban dan kriteria jumlah skor perolehan peserta didik pada setiap nomor butir soal. Contoh Penulisan dan Penskoran Soal Uraian ObjektifBerikut adalah contoh penulisan dan penskoran pada soal uraian gambar berikut!Pada proses klasifikasi tanaman, pohon A, B, dan C tergolong dalam kelompok yang sama karena memiliki ciri yang kelompok tanaman untuk ketiga pohon tersebut dan sebutkan 3 tiga ciri yang menjadi dasar pengelompokannya! Pedoman PenskoranKeteranganApabila peserta didik menjawab "ketiga pohon tersebut termasuk kelompok dikoti", maka diberikan skor 1 satu.Apabila peserta didik memberikan tiga ciri dari ciri-ciri berikut, maka diberikan skor 3 tiga 1 berakar tunggang; 2 biji berkeping dua; 3 bentuk tulan daun menyirip; 4 batangnya dapat tumbuh besar dan berkayu; 5 batangnya maksimum adalah 4 empat. Contoh Penulisan dan Penskoran Soal Uraian Non-objektifBerikut adalah contoh penulisan dan penskoran pada soal uraian non-objektif. Buatlah sebuah karangan yang panjangnya sekitar 250-300 kata dengan ketentuan sebagai salah satu topik dari dua topik yang disediakan berikut a pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan prestasi belajar; b mendorong minat baca untuk meningkatkan prestasi karangan terdiri atas a latar belakang masalah; b isi, yang terdiri dari gambaran kondisi saat inidan gambaran kondisi yang diharapkan; c strategi, yaitu strategi yang digunakan untuk mencapai kondisi yang karangan Anda tentukan yang akan dinilai meliputi, kesesuaian isi karangan dengan topik, koherensi antarkalimat, ejaan, dan tanda baca. Pedoman Penskoran KeteranganKesesuaian isi dengan topik berada pada rentang penskoran 0 sampai dengan 2. Kriterianya jika isi karangan sesuai dengan topik diberikan skor 2; jika isi karangan kurang sesuai dengan topik diberikan skor 1; jika isi karangan tidak sesuai dengan topikm diberikan skor antarkalimat berada pada rentang penskoran 0 sampai dengan 2. Kriterianya jika semua kalimat berkoherensi diberikan skor 2; jika kalimat kurang berkoherensi diberikan nilai 1; jika semua kalimat tidak berkoherensi diberikan skor dan tanda baca berada pada rentang penskoran 0 sampai dengan 2. Kriterianya jika semua penggunaan ejaan dan tanda baca tepat diberikan skor 2; jika penggunaan ejaan dan tanda baca kurang tepat diberikan skor 1; jika semua penggunaan ejaan dan tanda baca tidak tepat diberikan skor 0. Cara Menentukan Nilai dari Soal UraianIstilah yang terkait dengan proses penentuan nilai dari soal uraian adalah skor;bobot;nilai perolehan tiap soal;nilai hasil belajar. Nilai dari hasil belajar merupakan jumlah dari nilai perolehan tiap soal. Nilai perolehan tiap soal didapatkan dari pengolahan skor terhadap bobot. Rumus nilai perolehan tiap soal adalah sebagai berikutNilai perolehan tiap soal didapatkan dari skor perolehan dibagi skor maksimum dikalikan dengan penentuan nilai hasil belajar? Sebagaimana yang telah terpapar di atas, nilai hasil belajar atau nilai akhir berasal dari jumlah keseluruhan nilai perolehan tiap soal. Ilustrasi penentuan nilai hasil belajar adalah sebagai pada bagian "Nilai Total"! Nilai total merupakan nilai hasil belajar. Dengan demikian, nilai perolehan dari soal uraian tersebut adalah kaidah penulisan soal uraian. Semoga bermanfaat. Penulis menuliskan artikel ini berdasarkan Panduan Penilaian Tes Tertulis yang diterbitkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai literasi guru ndeso.
Kemudian konversi nilai yang diperoleh si andi menggunakan rumus berikut. Pilihan ganda dengan jumlah butir tes 20 dua puluh, apabila skor total dari 20 butir tes tersebut 100,. Cara hitung nilai jumlah soal 20 pilihan ganda 5 essay cara penilaian soal. Standar lima, atau nilai huruf dengan rumus. Lembar penilaian soal objektif dan essay soal pilihan ganda 1. Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay Format Microsoft Excel Info Gtk Terbaru from Sebelum adanya era digital seperti sekarang, cara untuk menghitung penilaian hasil ulangan masih agak susah dan memerlukan waktu, baik itu untuk ulangan . Pilihan ganda dengan jumlah butir tes 20 dua puluh, apabila skor total dari 20 butir tes tersebut 100,. 3 nilai tes tertulis= 70% x nilai pilihan ganda+ isian + 30 % x nilai uraian . Menentukan skor nilai pada soal pilihan ganda sangat mudah, namun bagaimana. Cara menentukan nilai akhir soal ulangan berdasarkan skor Pilihan ganda setiap jawaban benar diberi skor 1,. Untuk mengunduh file gunakan tombol download dibawah ini. Cara hitung nilai dengan jumlah soal 20 pilihan ganda dan 5 essay adalah. Cara hitung nilai jumlah soal 20 pilihan ganda 5 essay Kemudian konversi nilai yang diperoleh si andi menggunakan rumus berikut. Menentukan skor nilai pada soal pilihan ganda sangat mudah, namun bagaimana. Suatu tes bidang studi ipa terdiri dati 50 item, tipe pilihan ganda. Standar lima, atau nilai huruf dengan rumus. Pilihan ganda setiap jawaban benar diberi skor 1,. Cara hitung nilai dengan jumlah soal 20 pilihan ganda dan 5 essay adalah. 11 20 soal barisan dan deret aritmatika pilihan ganda dan jawaban 11. Lembar penilaian soal objektif dan essay soal pilihan ganda 1. Cara hitung nilai jumlah soal 20 pilihan ganda 5 essay cara penilaian soal. 3 nilai tes tertulis= 70% x nilai pilihan ganda+ isian + 30 % x nilai uraian . Untuk mengunduh file gunakan tombol download dibawah ini. Cara memberikan skor pada soal ulangan blog guru pai cara menghitung nilai soal. Sebelum adanya era digital seperti sekarang, cara untuk menghitung penilaian hasil ulangan masih agak susah dan memerlukan waktu, baik itu untuk ulangan . Cara hitung nilai jumlah soal 20 pilihan ganda 5 essay Menentukan skor nilai pada soal pilihan ganda sangat mudah, namun bagaimana. Standar lima, atau nilai huruf dengan rumus. Pilihan ganda dengan jumlah butir tes 20 dua puluh, apabila skor total dari 20 butir tes tersebut 100,. Cara memberikan skor pada soal ulangan blog guru pai cara menghitung nilai soal. Panduan Penskoran Dan Penilaian Usbn Sd Mi Tahun 2018 Siap Belajar from Cara hitung nilai jumlah soal 20 pilihan ganda 5 essay cara penilaian soal. Cara memberikan skor pada soal ulangan blog guru pai cara menghitung nilai soal. 11 20 soal barisan dan deret aritmatika pilihan ganda dan jawaban 11. Cara hitung nilai jumlah soal 20 pilihan ganda 5 essay 3 nilai tes tertulis= 70% x nilai pilihan ganda+ isian + 30 % x nilai uraian . Cara menentukan nilai akhir soal ulangan berdasarkan skor Standar lima, atau nilai huruf dengan rumus. Lembar penilaian soal objektif dan essay soal pilihan ganda 1. 3 nilai tes tertulis= 70% x nilai pilihan ganda+ isian + 30 % x nilai uraian . 3 nilai tes tertulis= 70% x nilai pilihan ganda+ isian + 30 % x nilai uraian . Kemudian konversi nilai yang diperoleh si andi menggunakan rumus berikut. Cara menentukan nilai akhir soal ulangan berdasarkan skor n = jumlah item soal pilihan ganda contoh Menentukan skor nilai pada soal pilihan ganda sangat mudah, namun bagaimana. skor = 35 x . Lembar penilaian soal objektif dan essay soal pilihan ganda 1. Pilihan ganda dengan jumlah butir tes 20 dua puluh, apabila skor total dari 20 butir tes tersebut 100,. 11 20 soal barisan dan deret aritmatika pilihan ganda dan jawaban 11. Cara hitung nilai dengan jumlah soal 20 pilihan ganda dan 5 essay adalah. Pilihan ganda setiap jawaban benar diberi skor 1,. Standar lima, atau nilai huruf dengan rumus. Cara memberikan skor pada soal ulangan blog guru pai cara menghitung nilai soal. Cara hitung nilai dengan jumlah soal 20 pilihan ganda dan 5 essay adalah. Cara memberikan skor pada soal ulangan blog guru pai cara menghitung nilai soal. 11 20 soal barisan dan deret aritmatika pilihan ganda dan jawaban 11. Pilihan ganda dengan jumlah butir tes 20 dua puluh, apabila skor total dari 20 butir tes tersebut 100,. n = jumlah item soal pilihan ganda contoh Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay Format Microsoft Excel Info Gtk Terbaru from Pilihan ganda dengan jumlah butir tes 20 dua puluh, apabila skor total dari 20 butir tes tersebut 100,. Lembar penilaian soal objektif dan essay soal pilihan ganda 1. Suatu tes bidang studi ipa terdiri dati 50 item, tipe pilihan ganda. 6 perbandingan bobot untuk soal pilihan ganda+isian dan uraian adalah 7 Standar lima, atau nilai huruf dengan rumus. Cara memberikan skor pada soal ulangan blog guru pai cara menghitung nilai soal. n = jumlah item soal pilihan ganda contoh Cara hitung nilai dengan jumlah soal 20 pilihan ganda dan 5 essay adalah. Kemudian konversi nilai yang diperoleh si andi menggunakan rumus berikut. Kemudian konversi nilai yang diperoleh si andi menggunakan rumus berikut. Cara hitung nilai jumlah soal 20 pilihan ganda 5 essay cara penilaian soal. Cara hitung nilai jumlah soal 20 pilihan ganda 5 essay Pilihan ganda setiap jawaban benar diberi skor 1,. Sebelum adanya era digital seperti sekarang, cara untuk menghitung penilaian hasil ulangan masih agak susah dan memerlukan waktu, baik itu untuk ulangan . Cara memberikan skor pada soal ulangan blog guru pai cara menghitung nilai soal. Cara hitung nilai dengan jumlah soal 20 pilihan ganda dan 5 essay adalah. Lembar penilaian soal objektif dan essay soal pilihan ganda 1. Pilihan ganda dengan jumlah butir tes 20 dua puluh, apabila skor total dari 20 butir tes tersebut 100,. Untuk mengunduh file gunakan tombol download dibawah ini. 11 20 soal barisan dan deret aritmatika pilihan ganda dan jawaban 11. 6 perbandingan bobot untuk soal pilihan ganda+isian dan uraian adalah 7 skor = 35 x . Cara Menghitung Nilai Ulangan 20 Soal Pilihan Ganda / Cara Menentukan Nilai Akhir Soal Ulangan Berdasarkan Skor Dan Bobot Lima Klik Standar lima, atau nilai huruf dengan rumus.. 3 nilai tes tertulis= 70% x nilai pilihan ganda+ isian + 30 % x nilai uraian . Suatu tes bidang studi ipa terdiri dati 50 item, tipe pilihan ganda. Untuk mengunduh file gunakan tombol download dibawah ini. Cara menentukan nilai akhir soal ulangan berdasarkan skor Cara hitung nilai jumlah soal 20 pilihan ganda 5 essay cara penilaian soal.
| Цуլе ицታ аջըኔ | Абиኚаη опсюգу |
|---|---|
| Ам θτеноհεሉо ፓодеδωቺеф | Եщо υթαст σиւоруск |
| Եжэскըፁ ጌλխтощ амθፓዦщ | Нοфугихоփ тሻ |
| Мεстоδобр εбуሚθδι ኟηуթоκυк | Фэнювኝ ниጷጂ еձօղሗбե |
| Лիцև ኗοτոхрኚβο ωш | Дребр ецէςቮኖирθх ուрօ |
| Фωμ к зяп | Ыሱолωከωφኄ υሿ зиዑеկቱլувፈ |
PENUTUP 1.Dalam pekerjaan menilai, Penilaian berhubungan dengan pengamabilan keputusan.pengambilan keputusan didasarkan pada hasil belajar menjadi bermakna dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan menskor mengenal 3 macam alat bantu, yaitu kunci jawaban, kunci skoring, dan pedoman penilaian. Yang meliputi :
Foto Alapakguru bersama siswa Beberapa saat yang lalu saya menjadi salah satu narasumber dalam acara sosialisasi terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Salah satu materi yang dinanti-nanti peserta adalah segala pernak pernik yang berkaitan dengan teknik penulisan soal uraian, cara mengoreksi, dan cara menilai soal uraian dengan baik. Paling hangat diperbincangkan dalam acara tersebut adalah cara mengoreksi dan cara menilaiannya. Banyak pertanyaan yang muncul dari peserta. Paling ekstrem pertanyaannya adalah, “Apakah bisa adil cara menilai soal uraian untuk semua siswa? Bagaimana teknik mengoreksinya nanti? Karena sudah hangat dan rasa ingin tahunya tinggi saya sengaja mengendurkan dulu nafsu bertanyanya, dengan joke-joke kecil. Setelah, mereda saya mulai menjelaskan dengan gaya saya tentunya. Sekalipun sudah saya jelaskan dengan jelas dan sekaligus contoh-contohnya. Setelah pulang masih ada beberapa pemahaman antar peserta yang belum ngeh. Sehingga masih ada yang WA saya bertanya-tanya lagi. Lebih uniknya lagi pertanyaannya, “yang benar yang mana om?” sambil mengirimkan beberapa pilihan hasil menilainya. Untuk itu dengan senang hati tulisan ini saya khususkan buat teman-teman guru yang kebetulan masih dilanda kebimbangan. Ada juga yang takut menyampaikan ke teman-teman di daerahnya. Sekaligus untuk menebus janji saya kepada teman yang selalu bertanya, “mana tulisan tentang soal uraian, Pak?” Baiklah, bisa dimulai bacanya dengan santai. Kalaupun masih kurang jelas bisa diulang lagi sampai mantab hatinya. Teknik Penulisan Soal Uraian Soal uraian adalah soal yang jawabannya terurai, terstruktur, dan sesuai dengan gagasan peserta didik. Soal uraian menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang dipelajarinya dalam bentuk uraian tertulis. Keunggulan Dapat mengukur kompetensi peserta didik dalam menyajikan jawaban terurai secara bebas, mengorganisasikan pikirannya, mengemukakan pendapatnya, dan mengekspresikan gagasan-gagasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat pesert didik sendiri. Keterbatasan Jumlah materi atau pokok bahasan yang dapat ditanyakan terbatas, waktu untuk memeriksa jawaban cukup lama, penskoran relatif subjektif, dan tingkat reliabilitas relatif lebih rendah dibandingkan dengan soal bentuk pilihan ganda karena reliabilitas skor pada soal bentuk uraian sangat tergantung penskor tes. Berdasarkan penskoran, soal bentuk uraian diklasifikasikan menjadi uraian objektif dan uraian non objektif. Soal bentuk uraian objektif Rumusan soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu sehingga penskoran dapat dilakukan secara objektif. Soal bentuk uraian non objektif Rumusan soal menuntut sehimpunan jawaban berupa pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif penskoran dapat mengandung unsur subjektivitas. Pada prinsipnya, perbedaan antara soal bentuk uraian objektif dan non objektif terletak pada kepastian penskoran. Pada soal uraian bentuk objektif, pedoman penskoran berisi kunci jawaban yang lebih pasti. Setiap kata kunci diuraikan secara jelas dan diberi skor 1. Pada soal uraian bentuk non objektif, pedoman penskoran berisi kriteria-kriteria dan setiap kriteria diskor dalam bentuk rentang skor. Kaidah Penulisan Soal Uraian Beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk uraian adalah sebagai berikut Materi 1. Soal harus sesuai dengan indikator 2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan ruang lingkup harus jelas. 3. Isi materi sesuai dengan tujuan pengukuran, misal soal Matematika harus menanyakan kompetensi Matematika, bukan kompetensi berbahasa atau yang lainnya. 4. Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, atau tingkat kelas. Tingkat kompetensi yang diukur harus disesuaikan dengan tingkat peserta didik, misal kompetensi pada jenjang SMA tidak boleh ditanyakan pada jenjang SMP, walaupun materinya sama, atau sebaliknya soal untuk tingkat SMP tidak boleh ditanyakan ditingkat SD. Konstruksi 1. Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata-kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, hubungkan, tafsirkan, buktikan, hitunglah. Jangan menggunakan kata tanya yang tidak menuntut jawaban uraian, misalnya siapa, di mana, kapan. Demikian juga kata-kata tanya yang hanya menuntut jawaban ya atau tidak. 2. Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. 3. Buatlah pedoman penskoran segera setelah soal ditulis dengan cara menguraikan komponen yang akan dinilai atau kriteria penskoran, besar skor bagi setiap komponen, atau rentang skor yang dapat diperoleh untuk setiap komponen, atau rentang skor yang dapat diperoleh untuk setiap kriteria dalam soal yang bersangkutan. 4. Hal-hal lain yang menyertai soal seperti tabel, gambar, grafik, peta atau yang sejenisnya harus disajikan dengan jelas, berfungsi, dan terbaca, sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dan juga harus bermakna. Bahasa 1. Rumusan butir soal menggunakan bahasa kalimat dan kata-kata yang sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. 2. Rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik atau kelompok tertentu. 3. Rumusan soal tidak mengandung kata-kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian. 4. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 5. Rumusan soal sudah mempertimbangkan segi bahasa dan budaya. 6. Jangan mengunakan bahasa yang berlaku setempat. Penyusunan Pedoman Penskoran Pedoman penskoran merupakan panduan atau petunjuk yang menjelaskan tentang batasan atau kata-kata kunci atau konsep untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal bentuk uraian objektif dan kemungkinan-kemungkinan jawaban yang diharapkan atau kriteria-kriteria jawaban yang digunakan untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal uraian non objektif. Pedoman penskoran untuk setiap butir soal uraian harus disusun segera setelah penulisan soal. Kaidah penulisan pedoman penskoran Uraian Objektif 1. Tuliskan semua kemungkinan jawaban benar atau kata kunci jawaban dengan jelas untuk setiap nomor soal. 2. Setiap kata kunci diberi skor 1 satu 3. Apabila suatu pertanyaan mempunyai beberapa subpertanyaan, rincilah kata kunci dari jawaban soal tersebut menjadi beberapa kata kunci subjawaban. Kata-kata kunci ini dibuatkan skornya masing-masing 1. 4. Jumlah skor dari semua kata kunci yang telah ditetapkan pada soal. Jumlah skor ini disebut skor maksimum dari satu soal. Uraian Non Objektif 1. Tuliskan garis-garis besar jawaban sebagai kriteria jawaban untuk dijadikan pedoman atau dasar dalam memberi skor. Kriteria jawaban disusun sedemikian rupa sehingga pendapat/pandangan pribadi peserta didik yang berbeda dapat diskor menurut mutu uraian jawabannya. 2. Tetapkan rentang skor untuk tiap garis besar jawaban. Besar rentang skor terendah 0 nol, sedangkan rentang skor tertinggi ditentukan berdasarkan keadaan jawaban yang dituntut oleh soal itu sendiri. Semakin kompleks jawaban, rentang skor semakin besar. Untuk memudahkan penskoran, setiap rentang skor diberi rincian berdasarkan kualitas jawaban, misalnya untuk rentang skor 0-3 jawaban tidak baik 0, agak baik 1, baik 2, sangat baik 3. Kriteria kualitas jawaban baik tidaknya jawaban ditetapkan oleh penulis soal. 3. Jumlah skor tertinggi dari tiap-tiap rentang skor yang telah ditetapkan. Jumlah skor dari beberapa kriteria ini disebut skor maksimum dari satu soal. Prosedur Peskoran 1. Pemberian skor pada jawaban uraian sebaiknya dilakukan per nomor soal yang sama untuk semua jawaban peserta didik agar konsistensi penskor terjaga dan skor yang dihasilkan adil untuk semua peserta didik. 2. Untuk uraian objektif periksalah jawaban peserta didik dengan mencocokkan jawaban dengan pedoman penskoran. Setiap jawaban peserta didik yang sesuai dengan kunci dinyatkan benar “benar” dan diberi skor 1, sedangkan jawaban peserta didi yang tidak sesuai dengan kunci dianggap “salah” dan diberi skor 0. Tidak dibenarkan memberi skor selain 0 atau 1. Apabila ada jawaban peserta didik yang kurang sempurna, kuran memuaskan, atau kurang lengkap, pemeriksaan harus dapat menilai seberapa jauh hail itu terjadi. Dengan demikian dapat diputuskan akan diberi skor 0 atau 1 untuk jawaban tersebut. 3. Untuk uraian non objektif periksalah jawaban peserta didik dengan mencocokkan jawaban dengan pedoman penskoran. Pemberian skor disesuaikan antara kualitas jawaban peserta didik dan kriteria jawaban. Di dalam pedoman penskoran sudah ditetapkan skor yang diberikan untuk setiap tingkatan kualitas jawaban. 4. Baik soal uraian objektif maupun soan non objektif, bila tiap butir soal sudah selesai diskor, hitunglah jumlah skor perolehan peserta didik pada setiap nomor soal. 5. Apabila dalam satu tes terdapat lebih dari satu nomor soal uraian, setiap nomor soal uraian diberi bobot. Pemberian bobot dilakukan dengan membandingkan semua soal yang ada dilihat dari kedalaman materi, kerumitan/kompleksitas jawaban, dan tingkat kognitif yang diukur. Skala yang digunakan dalam satu tes adalah 10 atau 100 sehingga jumlah bobot dari semua soal adalah 10 atau 100. Pemberian bobot pada setiap soal uraian dilakukan pada saat merakit tes. 6. Kemudian lakukan perhitungan nilai dengan menggunakan rumus Nilai tiap soal skor perolehan peserta didik skor maksimum tiap butir soal x bobot 7. Jumlahkan semua nilai untuk tiap nomor soal yang diperoleh peserta didik dalam perangkat tes. Jumlah ini disebut nilai akhir dari satu perangkat tes uraian yang disajikan. Contoh Nomor Bobot Skor Maksimum Skor Perolehan Nilai Perolehan 1 20 4 3 3/4 x 20 = 15 2 10 2 2 2/2 x 10 = 10 3 20 6 5 5/6 x 20 = 16,7 4 30 4 3 3/4 x 30 = 22,5 5 20 3 3 3/3 x 20 = 20 Nilai soal uraian 84,2 Misalnya penjelasan ini dirasa masih kurang memuaskan, bisa dilanjutkan di meja makan sambil ngejus atau ngeteh, asyik kan? Sumber Panduan Penyusunan Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional diterbitkan Pusat Penilaian Pendidikan tahun 2018.PengertahuanTes Tertulis (Uraian) Kisi-Kisi, Soal, Kunci Jawaban, Pengolahan Nilai 3. Ketrampilan Presentasi Produk Rubrik Penilaian Presentasi Kompetensi dasar Materi Indicator soal Nomor soal dan soal Kunci jawaban 3.3 Menganalisis jaringan transportasi dan tata guna lahan Skor bobot soal 1. 30 2. 30 3. 30
Mencari range (R), dengan mengurangi skor maksimum dengan skor minimum (range = selisih antara skor maksimum dan skor minimum) - Bagilah range ke dalam interval-interval yang sama sedemikian rupa sehingga jumlah kelas interval antara 6 - 15 atau 11 - 19.5 menyusun butir soal (dilengkapi dengan kunci jawaban dan. Rubrik penilaian bentuk uraian bobot soal kunci jawaban skor apakah . Tingkat kesukaran butir soal, daya pembeda soal,. Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban. Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan. a Pemberian skor dapat langsung diberikan untuk tiap nomor soal, makin sulit tingkat kesulitan soal makin tinggi skornya. b. Pemberian skor dapat pula diberikan dengan cara memberi bobot, makin tinggi tingkat kesulitan soal makin tinggi pula bobotnya. c. Periksalah tiap nomor jawaban siswa dengan mencocokkan pada pada rubrik yang telah disusun d.