Bagi seluruh masyarakat, ada banyak sekali hal-hal yang selalu dibutuhkan. Kebutuhan itu akan dicari dan dipakai baik untuk kapan saja dan dimana saja. Salah satu hal yang kini menjadi kebutuhan paling penting bagi seseorang adalah listrik yang selalu dicari dan dipakai oleh hampir semua orang di dunia. Listrik ini sendiri telah menjadi kebutuhan banyak orang sejak lama. Seiiring berjalannya waktu pun, konsumsi listrik juga semakin besar. Bahkan, kapasitas konsumsi listrik ini bisa mencapai jutaan watt setiap harinya jika dikalkulasikan dari penggunaan listrik di seluruh negara yang ada di dunia. Maka tak heran, hadirnya listrik ini menjadi sangat penting terutama di kota-kota besar yang menjadi pusat kegiatan dan sebuah negara. Bisa dikatakan, konsumsi listrik terbesar ini lah datang dari kota apalagi kota metroplotan. Berbagai peralatan di gedung industri pun saat sangat bergantung dengan listrik. Apalagi, sekarang ini efisiensi sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan. Salah satu hal yang membutuhkan banyak listrik di gedung industri adalah mesin-mesin dan robot yang difungsikan untuk pekerjaan disana. Robot dan mesin ini digunakan dalam industri besar untuk memercepat perakitan suatu barang dalam kapistas jumlah yang relatif besar. Itulah alasan mengapa listrik akan sangat dibutuhkan dalam dunia industri dan jika tak ada listrik pasti pekerjaan akan sangat terhambat. Salah satu masalah lain adalah adalah ketika listrik sewaktu-waktu padam ketika sedang bekerja. Untuk mengatasinya, maka diperlukan sebuah cadangan listrik gedung ketika sewaktu-waktu listrik ini padam. Namun, jika Anda belum memiliki cadangan listrik ini, maka solusi yang paling tepat adalah dengan menghubungi Sewatama. Mengapa demikian? Pasalnya Sewatama ini akan membantu urusan kelistrikan Anda termasuk cadangan listrik ini. Sewatama sendiri telah berkecimpung di dunia kelistrikan selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman yang tinggi ini, maka sudah dipastikan pelayanan yang diberikan tidak akan mengecewakan. Informasi selengkapnya pun dapat Anda lihat di yang merupakan website resmi Sewatama sekarang juga. Jadi tunggu apalagi? Segera hubungi Sewatama untuk solusi kelistrikan Anda.
Hyundaidan LG dari Korea Selatan juga menyambut hangat kebijakan investasi Indonesia terkait mobil listrik. Dua perusahaan tersebut menandatangai nota kesepahaman untuk membangun pabrik baterai kendaraan bermotor listrik di Indonesia. Dalam perjanjian tersbut, Hyundai dan LG Energy akan menginvestasikan dana senilai $1,1 miliar.JAKARTA - Konsumsi listrik industri besar pada tegangan tinggi dengan daya kVA golongan I-4 di Indonesia mengalami penurunan sebesar 4,58 persen selama semester I/2019 dibanding periode yang sama tahun lalu lantaran diterapkannya sejumlah langkah efisiensi kerja. Penurunan konsumsi terjadi pada beberapa bulan, yakni Mei 2019 dibandingkan periode April 2019 yang turun 12 persen dan pada Juni 2019 dibandingkan Mei 2019 yang juga turun 4 persen. Meskipun mengalami penurunan dalam tiap bulannya, pertumbuhan konsumsi listrik pada Juni 2019 tetap menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Secara total, penjualan listrik ke industri besar I-4 selama semester I/2019 sebesar gigawatt hour GWh. Rata-rata konsumsi untuk Industri besar I-4 pada Juni 2019 adalah sebesar kWh/pelanggan/hari, lebih rendah dibandingkan Juni 2018 yang mencapai kWh/pelanggan/hari. PT PLN Persero menilai rendahnya konsumsi listrik tersebut selain karena cuti bersama lebaran, juga disebabkan oleh faktor lainnya. Beberapa Industri masih memanfaatkan stok yang ada untuk memenuhi permintaan. Selain itu, industri juga beralih hanya mengolah dari barang setengah jadi karena mengejar cost down reduksi biaya dan lebih memilih mengoptimalkan pembangkitnya sendiri karena dinilai lebih murah dibanding tarif PLN. Plt. Direktur Utama PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengakui sejumlah gejolak bisnis yang terjadi pada sejumlah industri juga memengaruhi adanya penurunan konsumsi tersebut. Misalnya yang terjadi pada PT Krakatau Steel Tbk. yang tengah menghadapi ketatnya persaingan JugaTingkatkan Efisiensi, PLN Utamakan Pembangkit Listrik MurahTeknologi Ultra Supercritical pada PLTU Mampu Tekan Penggunaan BBM"Industri-industri besar tertekan sehingga melakukan efisiensi. Dengan pertumbuhan ini, PLN pun melakukan merit order," katanya kepada Bisnis, Selasa 16/7/2019. Meskipun pertumbuhannya minus, Djoko meyakini akan ada perbaikan. Contohnya, pada golongan tarif industri menengah dengan daya di atas 200 kVA I-3 yang mampu mencatat pertumbuhan sebesar 6,1 persen pada Juni 2019 dibanding bulan sebelumnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
investasi Industri dimaksud diantaranya adalah industri baja, semen, petrokimia, alas kaki, otomotif dan komponennya, serta terganggunya program restrukturisasi industri TPT. Ketiga dampak tersebut tentu saja akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Sebab, semua faktor tersebut, baik pasar dalam negeri, pasar ekspor sertaLingkunganadalah tempat kita hidup atau tempat di sekitar kita. Teknologi sungguh bermacam-macam. Ada teknologi informasi, komunikasi, transportasi, pengobatan, pendidikan, mesin, elektronika, bangunan, robot, dan lain-lain. Tentu saja semua alat-alat teknologi tersebut memberikan dampak positif dan negatif terutama bagi lingkungan.
Foto PT Indonesia Power melalui Unit Pembangkitan UP Suralaya menegaskan jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU ini tidak menyumbang polusi untuk Jakarta. CNBC Indonesia/Nia Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Erick Thohir mengirimkan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Arifin Tasrif dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM Bahlil Lahadalia untuk membantu kinerja operasional dan keuangan PT PLN Persero.Erick meminta Menteri ESDM dan Kepala BKPM untuk membantu kinerja PLN dengan membatasi pemberian izin usaha penyediaan listrik dan captive power. Hal ini ditujukan sebagai upaya peningkatan permintaan listrik untuk mengatasi kondisi kelebihan pasokan dari pembangkit listrik yang telah power merupakan kondisi di mana sebuah perusahaan mengelola dan menyediakan sumber pasokan listrik sendiri, di luar pasokan dari PLN. Menanggapi rencana pemerintah tersebut, Wakil Komite Tetap Industri Hulu & Petrokimia Kamar Dagang dan Industri Kadin Indonesia Achmad Widjaja menyebut bahwa langkah yang diambil pemerintah ini kurang tepat, karena sudah semestinya PLN lah yang melakukan langkah-langkah extraordinary untuk membenahi kinerja internal menyayangkan PLN yang masih menggunakan solar untuk pembangkit, karena menurutnya seharusnya PLN sudah beralih ke gas."Industriawan mengharapkan bahwa itu justru ada perubahan signifikan pada tubuh PLN. Satu, mereka harus mencari sumber energi yang murah, kan cuma dua batu bara atau gas, kenapa kita mesti pakai solar," menyebut tidak ada signifikansi besar yang harus memaksa industri beralih ke listrik PLN. Apalagi sebelumnya, imbuh Achmad, semua izin swastanisasi atas persetujuan PLN."Kenapa kita dibalikin lagi, sekarang kok balik ke nol, kilometer nol. Kita sudah sekian kilometer kemana-mana. Mesti ada dari tubuh PLN sendiri, alokasi sumber energi dia yang lebih murah," mengatakan, saat ini tidak mungkin bagi kawasan industri yang punya gardu listrik sendiri malah justru beralih ke listrik PLN. Menurutnya, yang paling penting itu adalah perubahan signifikan pada tubuh PLN."Nggak mungkin dong kalau semua kawasan industri yang punya gardu listrik sendiri terus harus beralih ke PLN," rencana kebijakan ini tidak akan berdampak pada perbaikan kinerja perseroan selama internal perseroan tidak diperbaiki dan tidak menggunakan bahan bakar yang lebih murah."PLN secara internal dulu yang harus diberesin, lalu mencari energi yang dipakai sebagai utilitas yang murah, bukan semua disuruh pindah ke sana, kan itu tidak akan membawa dampak signifikan kok," pemilik smelter juga menanggapi rencana pemerintah untuk membatasi captive power ini. Salah satu komentar datang dari PT Vale Indonesia Tbk INCO.Direktur Keuangan PT Vale Indonesia Tbk INCO Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan tentu saja pelaku usaha harus mengkaji baik-baik hal ini karena ini terkait dengan ketersediaan infrastruktur dan juga pasokan listrik yang dapat diandalkan dalam jangka ini bakal menjadi sebuah tantangan bagi perusahaan yang sudah berinvestasi membangun pembangkit listrik sendiri serta sudah masuk ke tahap itu, bagi perusahaan yang sedang membangun smelter, menurutnya kemungkinan kebijakan ini akan memberikan opsi energi yang baik. Hal ini dikarenakan ongkos dalam membangun tidak itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park, selaku perusahaan pengelola kawasan industri smelter nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah menuturkan awal mula perusahaan memiliki captive power atau membangun pembangkit listrik sendiri karena saat awal perusahaan ingin mendirikan kawasan industri ini pihak PLN menyatakan tidak mampu memenuhi pasokan listrik kawasan industri PT IMIP Alexander Barus mengatakan pada 2013 perusahaan telah meminta PLN untuk memasok listrik ke kawasan IMIP tapi PLN pada waktu itu tidak dapat penuhi karena ketersediaan sumber belum cukup dan tidak ada transmisi tegangan tinggi ke Morowali."Akhirnya IMIP membangun PLTU sendiri untuk kebutuhan listriknya captive power," mengirimkan surat kepada Menteri ESDM, Menteri BUMN juga mengirimkan surat kepada Kepala BKPM. Dalam surat ini, Erick pun meminta agar Kepala BKPM mendorong pelaku usaha menggunakan listrik yang disediakan PLN, seperti membatasi pemberian izin usaha penyediaan listrik dan captive power. Hal ini menurutnya dikarenakan saat ini terdapat kelebihan pasokan listrik, terutama di sistem pun mengatakan bahwa PLN berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan tenaga listrik yang andal dengan tarif kompetitif bagi pelaku usaha. [GambasVideo CNBC] Artikel Selanjutnya Beredar Surat Erick Thohir ke Menteri ESDM Soal Kondisi PLN! wiaBisniscom, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempersilakan pelaku industri kecil menengah (IKM) yang masih menggunakan listrik golongan tarif rumah tangga untuk pindah ke golongan industri.. Kebijakan itu menyusul dari keluhan sebagian pelaku IKM yang ikut terdampak dari kenaikan tarif listrik kelompok konsumen R2 dan R3 pertengahan tahun ini. TarifListrik Tidak Terpengaruh. Harian Bisnis Indonesia. 0 Views. Bisnis, JAKARTA — Penerapan pajak karbon pada sejumlah pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU yang dikelola oleh independent power producer dan PT PLN (Persero) diyakini tidak akan banyak memengaruhi tarif listrik ke masyarakat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Denganpenerangan listrik di pabrik, para pekerja bisa tetap bekerja hingga larut malam. Selain mengubah industri, listrik mengubah kehidupan sehari-hari. Sebelum orang memiliki listrik, mereka menyalakan rumah mereka dengan lilin, lampu gas, atau lampu minyak. Listrik menyediakan sumber cahaya yang lebih murah dan nyaman. Abstract Revolusi industri 4.0 menghasilkan banyak penemuan-penemuan teknologi canggih. Teknologi tersebut membawa dampak perubahan yang pesat hingga bisa merubah peradaban manusia. aktivitas Ht4m8lL.